Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kepulauan Seribu mengumumkan pelaksanaan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu-Jum’at, 3-5 Desember 2025
Penggalangan dana ini menjadi respons cepat PMI Kepulauan Seribu terhadap bencana yang berdampak pada ribuan warga di wilayah Sumatera. Unsur relawan di seluruh pulau berpenduduk akan diturunkan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus PMI Kepulauan Seribu, Muhammad Rabbani Abdurrahim, mengatakan gerakan ini merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Kepulauan Seribu yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
“Bencana yang terjadi di Aceh dan dua provinsi Sumatera lainnya adalah duka kita bersama. Kami mengajak seluruh warga Kepulauan Seribu untuk berbagi dan mendukung upaya pemulihan di sana,” ujar Rabbani, Selasa, (2/12/2025).
Selama tiga hari pelaksanaan, relawan PMI akan menyebar ke sejumlah wilayah seperti Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Tidung. Mereka akan mengumpulkan donasi melalui titik-titik penggalangan serta metode jemput donasi di lingkungan permukiman.
Rabbani menjelaskan bahwa relawan telah mendapatkan instruksi dan standar operasional agar penggalangan dana berjalan transparan dan akuntabel. Seluruh hasil donasi akan dicatat dan dikumpulkan secara terpusat.
“Kami memastikan proses penggalangan dilakukan dengan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap bantuan dari masyarakat akan dicatat untuk kemudian diserahkan kepada PMI DKI Jakarta,” katanya.
Selain relawan, PMI Kepulauan Seribu juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pemuda, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha lokal. Beberapa komunitas disebut telah menyatakan dukungan sejak pertama kali kegiatan ini diumumkan.
Antusiasme masyarakat menjadi harapan PMI agar bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat signifikan bagi korban bencana. Rabbani mengatakan tidak ada besaran donasi yang terlalu kecil, selama dilakukan dengan ketulusan.
“Solidaritas itu soal kebersamaan. Berapa pun kontribusinya, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kehidupan,” ucapnya.
Setelah seluruh donasi dihimpun selama tiga hari, PMI Kepulauan Seribu akan menyerahkannya langsung ke Posko Donasi PMI DKI Jakarta. Dari sana, bantuan akan diteruskan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Melalui aksi ini, PMI Kepulauan Seribu berharap warga yang menjadi korban bencana dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, sekaligus merasakan kepedulian dari masyarakat di seluruh Indonesia.



