Proses pendaftaran bakal calon Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kepulauan Seribu periode 2025–2027 resmi ditutup pada Rabu (10/12/2025) pukul 16.00 WIB. Panitia Musyawarah Luar Biasa (Muslub) PMI Kepulauan Seribu memastikan bahwa dua pendaftar telah menyerahkan dokumen pencalonan, dan proses kini memasuki tahap verifikasi serta validasi administrasi.
Bupati Kepulauan Seribu, Muh. Fadjar Churniawan, selaku Pelindung PMI, menyampaikan harapan besarnya terhadap terselenggaranya Muslub yang akan digelar pada 13 Desember 2025 di Markas PMI Kepulauan Seribu, Pulau Untung Jawa. Menurut Fadjar, momentum ini diharapkan melahirkan ketua definitif yang tidak hanya mampu memimpin secara administratif, tetapi juga memahami tantangan kemanusiaan di wilayah kepulauan.
Fadjar menekankan bahwa Ketua PMI yang ideal harus memiliki rekam jejak kuat, kapasitas manajerial mumpuni, serta pengalaman sejak awal keberadaan PMI di Kepulauan Seribu. Lebih jauh, ia menilai sosok Ketua PMI juga perlu memiliki kemampuan multi talenta, termasuk dalam menyebarluaskan informasi potensi dan pembangunan daerah. “Kami berharap Ketua terpilih memenuhi kriteria tersebut. Dengan kemampuan manajerial, pengalaman sejak awal keberadaan PMI, serta multi talenta, kami yakin PMI akan semakin maju,” ujarnya.
Meski memiliki profil ideal, Fadjar menegaskan bahwa seluruh proses Muslub sepenuhnya ia serahkan kepada mekanisme pengurus dan forum musyawarah. Ia meminta pelaksanaan Muslub mengacu pada AD/ART PMI. “Sudah semestinya menjalankan sesuai amanat ADART PMI,” kata Bupati.
Ketua Panitia Muslub, Dodhi Puryanto, yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi dan Relawan, mengatakan bahwa seluruh proses pendaftaran dari 8–10 Desember 2025 dilaksanakan secara transparan dan profesional. Ia memastikan bahwa panitia bersikap objektif dalam seluruh tahapan administrasi.
Dodhi menambahkan bahwa kondisi geografis Kepulauan Seribu menuntut Ketua PMI yang bukan hanya mampu memimpin secara struktural, tetapi juga memiliki ketangguhan lapangan. “Geografis Kepulauan Seribu membutuhkan ketua yang siap turun lapangan, cekatan, dan memahami dinamika masyarakat pulau. PMI membutuhkan pemimpin sejati, bukan sekadar pemegang jabatan,” tegasnya.
Menurut Dodhi, tantangan pelayanan kemanusiaan di wilayah kepulauan sangat khas. Mobilisasi personel, kesiapsiagaan kebencanaan, hingga distribusi logistik membutuhkan ketua yang responsif dan memahami ritme operasional satpel PMI di pulau-pulau.
Dengan masuknya dua calon resmi, PMI Kepulauan Seribu kini bersiap menyongsong Muslub yang dijadwalkan empat hari lagi. Panitia memastikan seluruh proses pemilihan berlangsung demokratis dan transparan demi memilih pemimpin terbaik untuk menghadapi tantangan kemanusiaan di wilayah maritim tersebut.
Muslub pada 13 Desember mendatang diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan PMI kepada masyarakat Kepulauan Seribu secara lebih terstruktur dan responsif.



