Plt. Ketua PMI Kepulauan Seribu, A. Furqon (kiri), bersama kakak kandungnya yang juga menjabat sebagai Kepala Markas, Munawir (kanan). Kebersamaan mereka menjadi simbol kuatnya ikatan keluarga dalam mendukung gerakan kemanusiaan di Kepulauan Seribu.
Plt. Ketua PMI Kepulauan Seribu, A. Furqon (kiri), bersama kakak kandungnya yang juga menjabat sebagai Kepala Markas, Munawir (kanan). Kebersamaan mereka menjadi simbol kuatnya ikatan keluarga dalam mendukung gerakan kemanusiaan di Kepulauan Seribu.
Di Balik Panggung Muslub PMI, A. Furqon Ungkap Cerita Kakak dan Sahabat Sejati

Di balik suasana penuh canda dan pencapaian organisasi yang dilaporkan pada Musyawarah Luar Biasa (Muslub) PMI Kepulauan Seribu, terungkap sebuah kisah persahabatan yang menjadi fondasi kuat gerakan kemanusiaan di wilayah tersebut. Plt. Ketua PMI Kepulauan Seribu, A. Furqon, secara terbuka membagikan cerita tentang sosok-sosok penting di sisinya, termasuk Kepala Markas, Munawir, yang ia sebut sebagai saudara sekandung.

“Yang harus dan durhaka kalau saya lupa adalah mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Kepala Markas saya, Bang Munawir, yang selalu setia mendampingi saya. Memang dia sekandung dan sedarah, dan lebih tua dari saya, namun tak sekalipun dia bantah, saat saya beri perintah,” ujar A. Furqon dengan nada bercanda namun penuh harfiah di hadapan Bupati Kepulauan Seribu dan undangan lainnya.

Pernyataan ini bukan sekadar lelucon. Bagi Furqon, Munawir adalah sosok yang tak tergantikan, sebuah pilar yang selalu siap sedia dalam menjalankan roda organisasi di tingkat lapangan. “Terima kasih Kepala Markas! Dan jangan lupa, amankan Bulan Dana dan dana hibah!” katanya, seraya menambahkan sentuhan humor yang menunjukkan kepercayaan dan kedekatan mereka.

Tidak hanya itu, Furqon juga menyoroti kebersamaannya dengan Abdurrahman atau akrab disapa Rahman, yang bertugas sebagai pembaca doa pada pembukaan Muslub. Ia menceritakan sebuah ikatan yang jauh lebih dalam dari sekadar rekan di PMI.

“Dari semua itu, ada satu lagi sosok istimewa, Bang Abdurrahman, pembaca doa, yang kita yakin doanya didengar oleh Yang Maha Kuasa,” kata Furqon.

Ia menceritakan, Rahman adalah teman sepermainannya sejak kecil. Kedekatan mereka begitu erat, bahkan wajah dan perawakan mereka yang mirip sering membuat orang lain tertukar.

“Kadang saya dikenali sebagai Rahman, atau sebaliknya Rahman disangka Furqon. Kebersamaan kami bahkan hingga sama-sama di pengurus PMI Kepulauan Seribu, berbagi ruang bersama dalam gerakan kemanusiaan,” ungkapnya.

Kisah persahabatan ini, menurut Furqon, dimulai sejak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar dan terus berlanjut hingga SMA. Ironisnya, jalan hidup memisahkan mereka dalam profesi—Furqon yang seorang jurnalis dan Rahman yang menjadi tenaga pendidik—namun tak pernah memisahkan ikatan tali persaudaraan mereka.

“Kebersamaan kami terus berlanjut hingga saat ini, di mana kami masing-masing telah meminang istri yang ternyata juga berteman akrab. Ini adalah takdir yang indah, di mana persahabatan kami tidak hanya berbagi tawa dan duka, tetapi juga berbagi perjalanan hidup dalam gerakan kemanusiaan,” pungkas Furqon, disambut tepuk tangan haru dari para hadirin.

Kisah yang dibagikan Furqon menjadi gambaran nyata bahwa PMI Kepulauan Seribu bukan hanya dibangun oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh ikatan-ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang kuat, yang menjadi kekuatan utama dalam menjalankan misi kemanusiaan.


Kontak Media: Humas PMI Kepulauan Seribu Website: pmikepulauanseribu.or.id Instagram: @pmiseribu Facebook: @pmiseribu Email: pmiseribu@gmail.com WhatsApp: +62 857-7409-6853 (Nages Bastiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *